Berikut ini Gambar skema Membuat Lampu LED Disco beserta komponen dan cara pembuatannya
Rangkaian Lampu LED Disco. Dalam perayaan ulang
tahun, perayaan 17 Agustusan atau di diskotik-diskotik, Anda tentunya
pernah melihat lampu LED yang berkedip-kedip. Orang bilang itu “Lampu
Disco”. Mungkin karena lampu LED ini bisa mengiringi hentakan
orang-orang yang sedang menari di diskotik jadi diberi nama seperti itu.
Kehadiran lampu disco memang bisa menambah suasana perayaan semakin
semarak. Kalau Anda mau mengadakan perayaan ulang tahun atau kendurian,
boleh coba tuh lampu disco.
Agan dan Sista, izinkan pada kesempatan kali ini kami ingin menyajikan
Rangkaian Lampu LED Disco.
Rangkaian ini adalah Rangkaian LED disco sederhana. LED menyala / mati
secara bergantian memberikan penampilan seolah-olah menari. Rangkaian
ini berupa multivibrator astabil sederhana dengan menggunakan dua
transistor NPN. Untuk lebih jelasnya, silakan Anda lihat dan pelajari
lewat gambar skema di bawah ini.
Rangkaian Lampu LED Disco
bekerja pada prinsip pengisian dan pemakaian kapasitor C1 dan C2. Arus
positif dari arus baterai melalui set pertama LED D1-D3 ke kolektor T1
melalui resistor R1. Resistor R1 membatasi arus melalui LED untuk
melindungi mereka. Arus melalui R1 mengisi kapasitor C2. Kemudian
dibuang melalui dasar T2 dan resistor R4. Hal ini memberikan arus basis
ke T2 dan bekerja. Hasil set kedua lampu LED D4 – D6 sebagai arus
mengalir melalui T1. Kapasitor C2 mengisi lagi dan siklus berulang. Hal
yang sama juga terjadi di sisi lain. Hal ini memberikan alternatif LED
berkedip.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar